Rabu, 16 Maret 2011

UNTITLED-Novia's Novel Part 2

2


Putri pulang bareng Rafael karena mereka sudah janjian mau pergi nonton.
“Mau nonton apa Princess?” Tanya Rafael memecah keheningan di jazz biru itu.
“Kan kakak yang ajak, masa iya aku yang milih filmnya.”
“Mmmm… nonton BF aja gimana?” canda Rafael.
“Kakak ih piktor yaaaaa” omel Putri.
“Hahaha bercanda kali my Princess.” Rafael tertawa sambil berantakin rambut panjang Putri. Muka Putri seketika menjadi merah karena merasa dikerjain. Walaupun mereka sahabatan lama dan udah seperti kakak-adik, tapi Rafael selalu aja bisa membuat Putri melting kalo ada dideketnya. Cowok itu terlihat sabar dan dewasa di hadapan Putri yang terkadang bertingkah seperti anak kecil. Hal itulah yang menyebabkan Putri mengaguminya, Rafael juga selalu memanggilnya dengan sebutan ‘Princess’ yang semakin membuat Putri melambung.
Kedekatan mereka dimulai sejak kecil. Nyokap Rafael dan Bokapnya Putri adalah temen deket dari mereka SMA sampai sekarang. Sebenernya dulu waktu SMA, papa Putri udah menaruh hati pada tante Sarah nyokapnya Rafael. Namun, Papa Putri, Pak Bagus kala itu bukanlah sosok pria yang mudah mengungkapkan perasaannya. Hingga suatu ketika Pak Brata melamar Tante Sarah. Mereka pun akhirnya menikah setelah tante Sarah lulus. Dalam kekecewaannya, datanglah sosok Tante Winda. Dia mampu mengobati sakit hati Pak Bagus hingga akhirnya mereka menikah.
Tiba-tiba BB pink milik Putri bergetar.
“Halo kenapa kak?”
“Lo lagi sama Pattrice nggak Put?” tanya suara diseberang sana.
“Nggak. Aku sama kak Rafael. Kenapa gitu?”
“Oh nggak apa-apa kok. Yaudah, dadah adekku cantik…”
Tuuut….tuut…..tuuuut…..
Belum sempat menjawab, sambungan udah terputus.
“Kebiasaan deh!” umpat Putri.
“Dari siapa Princess?” tanya Rafael.
“Kak Morgan, kak.” jawab Putri.
“Oh. Kirain dari siapa.”
Sesampainya mereka di bioskop, mereka segera masuk setelah Rafael mendapatkan tiketnya. Putri terlihat sangat menikmati filmnya. Jelas saja, Harry Potter adalah film favoritnya. Walaupun Rafael tidak terlalu menyukai film tersebut tapi dia berusaha menikmatinya demi Princessnya itu.
“Gilaaa filmnya keren banget ya kak.” ujar Putri riang.
“Iya. Eh pasti kamu laper kan? Makan dulu yuk.”
“Ih tau aja deh kak.”
Mereka pun menuju ke sebuah café yang terlihat cukup elite, jarang pelajar seperti Putri dating ke café tersebut, karena untuk sekedar minum saja pengunjung harus merogoh kantongnya cukup dalam. Rafael dan Putri memilih tempat duduk di depan panggung kecil di café tersebut, dan segera memesan makanan.
“Princess, kamu seneng nggak hari ini?” tanya Rafael tiba-tiba.
“Seneng banget lah. Kok tiba-tiba nanyanya gitu?”
“Hmm aku Cuma nggak mau aja kalo kamu bosen jalan sama aku.” ujar Rafael.
“Ini mbak, mas, pesenannya.” obrolan mereka dipotong oleh waiter yang mengantarkan pesanan mereka.
“Karena aku saying sama kamu.” lanjut Rafael.
Putri yang tengah minum chocolate milkshake pesenannya tiba-tiba tersedak mendengar perkataan Rafael barusan.
“Aduh Princess pelan-pelan dong.”
Putri nggak percaya Rafael mengatakan hal itu sekarang. Hatinya melayang tingkat dewa hingga menembus langit ketujuh.
‘Sumpah demi apa dia ngomong gitu ke gue. Oh God, kalo ini mimpi tolong jangan bangunin aku sekarang.’



****
To Be Continued.....
made by: @noviadees

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

My Story Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting