3
Sesampainya Novia dirumah, dia langsung masuk ke kamarmya. Dilemparnya tas itu ke tempat tidur lalu dihempaskannya tubuhnya. Tiba-tiba pintu kamarnya dibuka oleh seseorang.
“ketuk pintu dulu bisa kan?! Nggak sopan banget sih lo! Masuk kamar cewek seenaknya aja! Untung gue nggak lagi ganti baju.” omel Novia pada kakaknya yang udah duduk disampingnya.
“Kalo iya juga nggak apa-apa.” jawab kakaknya asal.
“Dih, enak di elo!”
“Ih gue juga nggak nafsu kali sama elo.”
“Iyalah, kan elo doyannya sama cowok!” canda Novia.
“Sialan lo!”
“Aw! Sakit tauuuu! Sama adek sendiri nggak ada sayang-sayangnya lo.” Novia mengelus kepalanya yang menjadi korban jitakan kakaknya.
“Eh Putri mana? Kok nggak mampir kesini dulu? Tadi pagi bareng elo kan?”
“Dia tadi dijemput kak Rafael, mau nonton katanya. Eh eh tunggu tunggu, jadi lo kesini cuma buat nanyain Putri doang?”
“Eh. Mmmm… nggak kok. Gue mau minjem flashdisk lo.” jawab Rangga buru-buru takut Novia curiga.
Novia nyengir liat kakaknya yang tgiba-tiba salah tingkah. Sebenernya Novia udah tau kalo kakaknya itu naksir Putri.
“Nih flashdisknya. Cepet balikin kalo udah kelar! Awas kalo nggak.”
Rangga langsung ngeloyor pergi tanpa mempedulikan ucapan adeknya. Dia malu kalo perasaannya diketahui Novia.
Setelah Rangga pergi, dia kembali merebahkan dirinya di kasur. Ingatannya kembali pada kejadian tadi siang di kantin.
“Nov, kok diem sih? Nggak suka ya?”
“Oh, nggak kok, gue suka.”
“Nov, sampai kapan pun gue akan tetep nunggu lo.”
Novia gelagapan, dia nggak nyangka Dicky bakalan berkata seperti itu. Dia mencoba tetap tenang, tapi tatapan Dicky justru membuatnya semakin deg-degan. Sesekali dia mengalihkan pandangan agar tidak bertatap mata dengan Dicky.
“Santai aja kali, Nov. nggak perlu salting gitu.”
‘Huaaa kok dia bisa tau sih kalo gue salting. Emang ada tulisan “GUE SALTING NIH” di jidat gue ya?’
Tanpa disadari dia memegang keningnya takut kalau-kalau muncul tulisan-tulisan lain yang tidak diinginkan dan terbaca oleh Dicky.
“Nov, lo nggak apa-apa kan?”
“Nggak apa-apa, nggak apa-apa kok. Balik ke kelas yuk, udah mau bel nih.”
Dicky tersenyum melihat cewek didepannya bertingkah konyol. Dia mengikuti cewek itu dibelakang.
Lamunan Novia pecah ketika HP-nya berbunyi. Ada sms masuk.
//Nov, besok temenin gue yuk. Gue diundang temen gue di acara festival. Gue nggak ada temen nih, mau yaaa?//
Tanpa pikir panjang dia membalas SMS tadi.
//Oke. Tapi lo jemput gue ya//
Selang beberapa menit SMS Novia dibalas.
//Siap komandan!//
****
To Be Continued....
Made by: @noviadees





Tidak ada komentar:
Posting Komentar